Tampilkan postingan dengan label projek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label projek. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Jam 7 segment menggunakan RTC (Real Time Clock)

Jam 7 segment menggunakan RTC (Real Time Clock)


RTC adalah jenis pewaktu yang bekerja berdasarkan waktu yang sebenarnya atau dengan kata lain berdasarkan waktu yang ada pada jam kita. Agar dapat berfungsi, pewaktu ini membutuhkan dua parameter utama yang harus ditentukan, yaitu pada saat mulai (start) dan pada saat berhenti (stop).

DS1307 merupakan salah satu tipe IC RTC yang dapat bekerja dalam daya listrik rendah. Di dalamnya berisi waktu jam dan kalender dalam format BCD. Waktu jam dan kalender memberikan informasi detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan, dan tahun. Untuk bagian jam dapat berformat 24 jam atau 12 jam. Pendeteksi sumber listrik juga disediakan untuk mendeteksi kegagalan sumber listrik dan langsung mengalihkannya ke sumber baterai.
 
       Pin-pin RTC DS1307 sebagai berikut :
  1. X1, X2 – dihubungkan dengan kristal quartz 32,768 kHz.
  2. Vcc, GND – sebagai power supply utama. Vcc merupakan tegangan input +5 Volt sedangkan GND merupakan ground. Ketika tegangan 5 Volt digunakan pada batas normal, RTC dapat diakses secara penuh dan data dapat ditulis dan dibaca. Ketika Vcc kurang dari 1,25 x Vbat, proses penulisan dan pembacaan menjadi terhalang. Namun demikian, proses penghitungan waktu tetap berjalan. Pada saat Vcc kurang dari Vbat, RAM dan penghitung waktu terhubung dengan batere 3 Volt.
  3. Vbat – tegangan input batere lithium cell 3 Volt. Tegangan batere harus berada antara 2,5 Volt sampai 3,5 Volt.
  4. SCL (Serial Clock Input) – digunakan untuk mensinkronkan perubahan data pada antarmuka serial.
  5. SDA (Serial Data Input/Output) – merupakan pin input/output untuk antarmuka serial 2 kawat. Pin SDA membutuhkan resistor pull-up eksternal.
  6. SQW/OUT (Square Wave/Output Driver)

Komunikasi I2C
I2C-Bus atau Inter-Integrated Circuit Bus merupakan bus serial yang dikembangkan oleh Phillips sekitar tahun 1980. Phillips telah mengeluarkan I2C-Bus versi 1.0 pada tahun 1992, versi 2.0 pada tahun 1998 dan versi terbaru 2.1 pada tahun 2000. I2C-Bus digunakan untuk menghubungkan berbagai macam IC yang dikontrol oleh sistem micro-processor atau micro-controller (intelligent control application). Standar I2C-Bus telah banyak digunakan di berbagai macam bidang elektronik terutama kontrol dengan kecepatan low-to-medium. IC yang mendukung I2C-Bus juga telah diproduksi oleh banyak produsen semikonduktor. Beberapa micro-controller juga bahkan mempunyai I2C-Bus controller yang ditanam sebagai peripheral on-chip.

Dengan I2C kita hanya membutuhkan dua jalur untuk berkomunikasi antar perangkat. dua jalur tersebut adalah SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). SCL merupakan jalur yang digunakan untuk mensinkronisasi transfer data pada jalur I2C, sedangkan SDA merupakan jalur untuk data. Beberapa perangkat dapat terhubung ke dalam jalur I2C yang sama dimana SCL dan SDA terhubung ke semua perangkat tersebut, hanya ada satu perangkat yang mengontrol SCL yaitu perangkat master. Jalur dari SCL dan SDA ini terhubung dengan pull-up resistor yang besar resistansinya 4.7K.


 Skematik Rangkaian :

 Hasil :

 Listing Program bisa di download disini:

Read more »

Minggu, 11 Maret 2012

Membuat Sistem Security Menggunakan PIR

 Sensor PIR

      Sensor PIR (Passive Infra Red) disebut juga dengan Motion Sensor, Pressense Detector.Sensor ini bersifat pasif atau hanya menerima. Sensor ini menerima sinyal infrared yang di pancarkan suatu objek (dalam hal ini tubuh manusia) yang di bandingkan dengan suhu ruangan. Oleh karena itu sensor ini lebih banyak digunakan di dalam ruangan karena bila diluar ruangan (outdoor) perubahan suhu yang terjadi tidak hanya dari panas tubuh manusia, bisa juga dari cuaca. Namun saat ini sudah banyak produk dari sensor ini yang aplikasinya bisa di gunakan di luar ruangan, biasanya setelanya berbeda dari yang indoor type, selain mendeteksi perubahan suhu ruang karena panas tubuh, sensor ini juga mendeteksi gerakannya.

     Aplikasi sensor ini banyak di gunakan untuk Security System, Lighting Control System dan Pintu Otomatis. Secara umum penggunaan PIR untuk aplikasi tadi hampir sama. Namun sensor PIR untuk keperluan security system dibutuhkan sensor yang lebih akurasi dalam mendeteksi. Untuk keperluan security system sensor ini di gunakan untuk mendeteksi adanya gerakan manusia di suatu ruangan atau area, sehingga sensor akan menghidupkan alarm sistem bila PIR mendeteksi kehadiran seseorang di ruangan tersebut.

 Membuat alarm sederhana menggunakan modul PIR


gambar PIR modul

Hardware:

Skematik



Gambar bentuk fisik rangkaian

Gambar PIR modul pada jendela
Catatan :
Pada modul pir terdapat H dan L, ini merupakan data/ouput dai pir, bisa memilih tergantung aplikasi yg dibuat.
H = bisa berulang-ulang
L= tidak bisa berulang-ulang

Download datashet modul PIR


Video
Alif Terdeteksi Oleh Sensor PIR


Read more »